Pahala Orang yang Berpuasa
Tidak Terbatas, Bau Mulutnya
Lebih Wangi Daripada Wangi
Kesturi dan Ia Memiliki Dua
Kebahagiaan
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda:
ﻛُﻞُّ ﻋَﻤَﻞِ ﺍﺑْﻦِ ﺁﺩَﻡَ ﻟَﻪُ ﺇِﻟَّﺎ ﺍﻟﺼِّﻴَﺎﻡَ ﻓَﺈِﻧَّﻪُ ﻟِﻲ
ﻭَﺃَﻧَﺎ ﺃَﺟْﺰِﻱ ﺑِﻪِ ﻭَﺍﻟﺼِّﻴَﺎﻡُ ﺟُﻨَّﺔٌ ﻭَﺇِﺫَﺍ ﻛَﺎﻥَ
ﻳَﻮْﻡُ ﺻَﻮْﻡِ ﺃَﺣَﺪِﻛُﻢْ ﻓَﻠَﺎ ﻳَﺮْﻓُﺚْ ﻭَﻟَﺎ ﻳَﺼْﺨَﺐْ
ﻓَﺈِﻥْ ﺳَﺎﺑَّﻪُ ﺃَﺣَﺪٌ ﺃَﻭْ ﻗَﺎﺗَﻠَﻪُ ﻓَﻠْﻴَﻘُﻞْ ﺇِﻧِّﻲ ﺍﻣْﺮُﺅٌ
ﺻَﺎﺋِﻢٌ ﻭَﺍﻟَّﺬِﻱ ﻧَﻔْﺲُ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ ﺑِﻴَﺪِﻩِ ﻟَﺨُﻠُﻮﻑُ
ﻓَﻢِ ﺍﻟﺼَّﺎﺋِﻢِ ﺃَﻃْﻴَﺐُ ﻋِﻨْﺪَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻣِﻦْ ﺭِﻳﺢِ
ﺍﻟْﻤِﺴْﻚِ ﻟِﻠﺼَّﺎﺋِﻢِ ﻓَﺮْﺣَﺘَﺎﻥِ ﻳَﻔْﺮَﺣُﻬُﻤَﺎ ﺇِﺫَﺍ
ﺃَﻓْﻄَﺮَ ﻓَﺮِﺡَ ﻭَﺇِﺫَﺍ ﻟَﻘِﻲَ ﺭَﺑَّﻪُ ﻓَﺮِﺡَ ﺑِﺼَﻮْﻣِﻪِ.
“Semua amalan bani adam
adalah untuknya kecuali puasa,
karena puasa itu untuk-Ku dan
Aku yang akan membalasnya,
dan puasa adalah perisai, jika
salah seorang dari kalian
berpuasa maka janganlah ia
berkata keji dan berteriak-teriak.
Jika ada orang yang mencacinya
atau mengajaknya berkelahi
maka hendaklah ia mengatakan,
’sesungguhnya aku sedang
berpuasa’. Dan demi Allah yang
jiwa Muhammad ada di tangan-
Nya, sesungguhnya bau mulut
orang yang berpuasa lebih
harum di sisi Allah daripada bau
misk. Orang yang berpuasa
mempunyai dua kegembiraan, ia
bergembira ketika berbuka, dan
ia bergembira ketika bertemu
dengan rabbnya.” (HR. Bukhari
dan Muslim)
Dalam riwayat Bukhari
disebutkan:
ﻳﺘﺮﻙ ﻃﻌﺎﻣﻪ ﻭﺷﺮﺍﺑﻪ ﻭﺷﻬﻮﺗﻪ ﻣﻦ
ﺃﺟﻠﻲ. ﺍﻟﺼﻴﺎﻡ ﻟﻲ ﻭﺃﻧﺎ ﺃﺟﺰﻱ ﺑﻪ
ﻭﺍﻟﺤﺴﻨﺔ ﺑﻌﺸﺮ ﺃﻣﺜﺎﻟﻬﺎ
“Ia meninggalkan makan,
minum dan syahwatnya karena
puasa untuk-Ku, dan aku yang
akan membalasnya, dan
kebaikan itu akan digandakan
sepuluh kali lipatnya.”
Dalam riwayat muslim
disebutkan:
ﻛُﻞُّ ﻋَﻤَﻞِ ﺍﺑْﻦِ ﺁﺩَﻡَ ﻳُﻀَﺎﻋَﻒُ ﺍﻟْﺤَﺴَﻨَﺔُ
ﻋَﺸْﺮُ ﺃَﻣْﺜَﺎﻟِﻬَﺎ ﺇِﻟَﻰ ﺳَﺒْﻌﻤِﺎﺋَﺔ ﺿِﻌْﻒٍ ﻗَﺎﻝَ
ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﺰَّ ﻭَﺟَﻞَّ ﺇِﻟَّﺎ ﺍﻟﺼَّﻮْﻡَ ﻓَﺈِﻧَّﻪُ ﻟِﻲ ﻭَﺃَﻧَﺎ
ﺃَﺟْﺰِﻱ ﺑِﻪِ ﻳَﺪَﻉُ ﺷَﻬْﻮَﺗَﻪُ ﻭَﻃَﻌَﺎﻣَﻪُ ﻣِﻦْ
ﺃَﺟْﻠِﻲ ﻟِﻠﺼَّﺎﺋِﻢِ ﻓَﺮْﺣَﺘَﺎﻥِ ﻓَﺮْﺣَﺔٌ ﻋِﻨْﺪَ ﻓِﻄْﺮِﻩِ
ﻭَﻓَﺮْﺣَﺔٌ ﻋِﻨْﺪَ ﻟِﻘَﺎﺀِ ﺭَﺑِّﻪِ ﻭَﻟَﺨُﻠُﻮﻑُ ﻓِﻴﻪِ
ﺃَﻃْﻴَﺐُ ﻋِﻨْﺪَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻣِﻦْ ﺭِﻳﺢِ ﺍﻟْﻤِﺴْﻚِ
“Semua amalan bani adam akan
dilipatgandakan, satu kebaikan
akan dibalas dengan sepuluh
kali lipat hingga 700 kali
lipatnya, Allah ta’ala berfirman,
‘Kecuali puasa sesungguhnya
puasa itu untuk-Ku dan aku
yang akan membalasnya, ia
meninggalkan syahwat dan
makannya karena aku, maka Aku
yang akan membalasnya.’ Dan
bagi orang yang berpuasa
mempunyai dua kebahagiaan:
kebahagiaan ketika berbuka dan
kebahagiaan ketika bertemu
dengan Rabb-nya. Benar-benar
mulut orang yang berpuasa di
sisi Allah lebih harum daripada
harumnya misk.”