BINAAN YAYASAN

BINAAN YAYASAN
lagi berpose

Rabu, 04 Maret 2015

YAYASAN AL-FURQON NURUSHIBYAN

SEKILAS TENTANG YAYASAN AL-FURQON NURUSHIBYAN





Yayasan Al-Furqon Nurushibyan Cipongkor (YAFNIKOR) didirikan pada tanggal 15 mei 2013 dengan akta pendirian NOTARIS SOFIYANTI HARRIS KARTASASMITA, SH NO.111 TANGGAL 15 MEI 2013 dengan keputusan rapat bersama musyawarah antara pengurus pesantren AL-FURQON, pengurus DKM MESJID JAMI AL-FURQON, para pemuda, dan tokoh masyarakat yang berada di wilayah kampung ciparay RT 01 RW 05 Desa Sarinagen Kecamatan Cipongkor Kabupaten Bandung Barat pada tanggal 24 maret 2013
Adapun keputusan hasil musyawarah menyatakan bahwa maka akan didirikan sebuah lembaga yang bernama yayasan AL-FURQON NURUSHIBYAN CIPONGKOR dengan tujuan untuk lebih meningkatkan pelayanan dalam melayani masyarakat dan untuk lebih meningkatkan pelayanan dalam bidang pendidikan khususnya yang ada dalam lingkungan pondok pesantren Al-Furqon dan pondok-pondok pesantren pada umumnya guna untuk membantu program pemerintah yang tercantum dalam pasal 31 UUD 1945, dan dalam upaya pengentasan masyarakat miskin, membantu dan mempersiapkan generasi penerus bangsa yang bertaqwa, cerdas dan terampil melalui pembinaan di bidang pendidikan dan keterampilan khususnya yang berada di wilayah kampung ciparay dan masyarakat Indonesia pada umumnya
Selain itu juga  agar dapat mendapatkan hak warga Negara dalam hal pendidikan seperti yang dijamin dalam 31 UUD 1945, dan agar dapat  meningkatkan taraf hidup sebagai warga Negara sehingga dapat hidup dengan layak seperti yang dijamin dalam pasal 34 UUD 1945
Dalam arti yang seluas – luasnya, yayasan kami dalam segala kegiatan dilakukan secara bekerja sama sesuai dengan landasan AZAS TUNGGAL, yaitu “PANCASILA”
Atas dasar itulah, dan atas dasar sebagai makhluk ciptaan ALLOH SWT yang harus menjalankan perintah dan menjauhi laranganNYA dan sebagai makhluk sosial, hubungan manusia dengan manusia, hubungan manusia dengan alam dan kepedulian terhadap makhluk ciptaan ALLOH SWT. Dan dengan menyebut nama ALLOH, Tuhan yang maha Esa, maka di dirikanlah Yayasan yang bernama YAYASAN AL-FURQON NURUSHIBYAN CIPONGKOR


Kamis, 22 Januari 2015

WASIAT LUKMAN AL-HAKIM KEPADA ANAKNYA

 

manusia yang
bukan nabi, bukan pula Rasul
tapi kisah hidupnya diabadikan
dalam Qur’an adalah Lukman Al
Hakim. Kenapa, tak lain, karena
hidupnya penuh hikmah. Suatu
hari ia pernah menasehati
anaknya tentang hidup.
Surat Luqman, ayat 13 : Dan
(ingatlah) ketika Luqman berkata
kepada anaknya, di waktu ia
memberi pelajaran kepadanya:
"Hai anakku, janganlah kamu
mempersekutukan Allah,
sesungguhnya
mempersekutukan (Allah) adalah
benar-benar kezaliman yang
besar". ( 13 ; 31 )
Wahai anakku ! Elakkan dirimu
dari membuat hutang kerana
sesungguhnya dengan
berhutang itu akan menjadikan
dirimu hina diwaktu siang hari
dan menjadikan dirimu gelisah di
waktu malam hari.
Wahai anakku ! Sekiranya kedua
ibu bapamu memarahimu kerana
sesuatu kesalahan yang telah
kamu lakukan maka kemarahan
kedua mereka itu adalah seperti
pupuk untuk menyuburkan
tanaman.
Wahai anakku ! Engkau akan
dapat rasakan betapa beratnya
ketika mengangkat batu yang
besar atau besi yang padat tetapi
ada yang lebih berat dari itu iaitu
apabila kamu mempunyai
tetangga yang jahat.
Wahai anakku ! Tidaklah
dinamakan kebaikan sekalipun
kamu sibuk mencari dan
mengumpul ilmu pengetahuan
tetapi tidak pernah
mengamalkannya. Perbuatan ini
tak ubah seperti seorang pencari
kayu api yang sentiasa
menambah timbunan kayunya
sedangkan ia tidak mampu
untuk mengangkatnya.
Wahai anakku ! Berhati-hatilah
terhadap tutur tata dan
bicaramu, peliharalah budi
bahasamu dan sentiasalah
bermanis muka niscaya kamu
akan disenangi dan disukai oleh
orang yang berada di
sekelilingmu. Perumpamaannya
seolah mereka telah mendapat
barang yang amat berharga
darimu.
Wahai anakku ! Jika kamu mahu
mencari sahabat sejati maka
kamu ujilah ia terlebih dahulu
dengan berpura-pura
membuatkan ia marah
terhadapmu. Sekiranya dalam
kemarahan itu ia masih mahu
menasihati, menyedarkan dan
menginsafkan kamu, maka dialah
sahabat yang dicari. Jika berlaku
sebaliknya maka berwaspadalah
kamu terhadapnya.
Wahai anakku ! Bila kamu
mempunyai teman yang karib
maka jadikanlah dirimu sebagai
seorang yang tidak
mengharapkan sesuatu apapun
darinya sebaliknya biarkanlah
temanmu itu sahaja yang
mengharapkan sesuatu darimu.
Wahai anakku ! Jagalah dirimu
selalu supaya tidak terlalu
condong kepada dunia dan
segala kesenangan dan
kemewahannya kerana Allah
tidak menciptakan kamu hanya
untuk kehidupan di dunia sahaja.
Ketahuilah tidak ada makhluk
yang lebih hina selain dari
mereka yang telah diperdayakan
oleh dunia.
Wahai anakku ! Janganlah kamu
ketawa jika tiada sesuatu yang
menggelikan, janganlah kamu
berjalan jika tiada arah hala
tujuan, janganlah kamu bertanya
tentang sesuatu yang tidak
memberi apa-apa faedah pun
kepadamu dan janganlah kamu
mensia-siakan hartamu pada
jalan maksiat.
Wahai anakku ! Sesiapa yang
bersifat penyayang sudah tentu
dia akan disayang, sesiapa yang
bersifat pendiam sudah tentu dia
akan selamat dari mengeluarkan
perkataan yang sia-sia.
Ketahuilah sesiapa yang tidak
dapat menahan lidahnya dari
mengeluarkan ucapan kotor,
sudah tentu ia akan menyesal
kelak.
Wahai anakku ! Bergaul dan
berkawanlah dengan orang-
orang yang soleh dan berilmu.
Bukalah pintu hatimu dan
dengarlah segala nasihat dan
tunjuk ajar darinya.
Sesungguhnya nasihat dari
mereka bagaikan mutiara
hikmah yang bercahaya yang
dapat menyuburkan hatimu
seperti tanah kering lalu disirami
air hujan.
Wahai anakku ! Sesungguhnya
kehidupan kita ini diibaratkan
seperti sebuah kapal yang
belayar di lautan dalam dan telah
banyak manusia yang karam
didalamnya. Jika kita ingin
selamat maka belayarlah dengan
kapal yang bernama takwa, isi
kandungannya ialah iman
sedang layarnya pula ialah
tawakal kepada Allah.
Wahai anakku ! Janganlah kamu
terus menelan apa saja yang
kamu rasa manis dan meludah
setiap apa yang kamu rasa pahit.
Ingatlah, tidak semua yang manis
itu akan menjadikan kita segar
dan tidak semua yang pahit itu
akan menjadikan kita segar.
Wahai anakku ! Janganlah kamu
makan dengan terlalu kenyang
yang berlebih-lebihan.
Sesungguhnya adalah lebih baik
jika bahagian dari yang kenyang
itu diberikan kepada anjing
sahaja.
Wahai anakku ! Carilah harta di
dunia ini sekadar keperluanmu
sahaja dan nafkahkanlah
hartamu yang selebihnya pada
jalan Allah sebagai bekalan di
akhirat. Janganlah kamu
membuat dunia ini kelak dirimu
akan menjadi pengemis dan
membebankan pula orang lain
tetapi jangan pula kamu terlalu
mengejar dunia sehingga terlupa
bahawa kamu akan mati.
Ketahuilah, apa yang kamu
makan dan pakai itu semuanya
dari tanah belaka.
Wahai anakku ! Jangan kamu
melantik seseorang yang bodoh
menjadi utusanmu. Jika tiada
siapa yang lebih cerdas, pintar
dan bijak maka yang sebaiknya
dirimu sendirilah yang menjadi
utusan.
Wahai anakku ! Orang yang
bersedia untuk mendengar
nasihat dan bimbingan dari
orang yang lebih alim, maka dia
layak untuk mendapat penjagaan
dari Allah tetapi bagi orang yang
insaf dan sedar setelah
menerima teguran maka dia
lebih layak untuk mendapat
kemulian dari Allah.
Anakku, jika makanan telah
memenuhi perutmu, maka akan
matilah pikiran dan
kebijaksanaanmu. Semua
anggota badanmu akan malas
untuk melakukan ibadah, dan
hilang pulalah ketulusan dan
kebersihan hati. Padahal hanya
dengan hati bersih manusia bisa
menikmati lezatnya berdzikir.
Anakku, kalau sejak kecil engkau
rajin belajar dan menuntut ilmu.
Dewasa kelak engkau akan
memetik buahnya dan
menikmatinya.
Anakku, ikutlah engkau pada
orang-orang yang sedang
menggotong jenazah, jangan
kau ikut orang-orang yang
hendak pergi ke pesta
pernikahan. Karena jenazah akan
mengingatkan engkau pada
kehidupan yang akan datang.
Sedangkan pesta pernikahan
akan membangkitkan nafsu
duniamu.
Anakku, aku sudah pernah
memikul batu-batu besar, aku
juga sudah mengangkat besi-
besi berat. Tapi tidak pernah
kurasakan sesuatu yang lebih
berat daripada tangan yang
buruk perangainya.
Anakku, aku sudah merasakan
semua benda yang pahit. Tapi
tidak pernah kurasakan yang
lebih pahit dari kemiskinan dan
kehinaan.
Anakku, aku sudah mengalami
penderitaan dan bermacam
kesusahan. Tetapi aku belum
pernah merasakan penderitaan
yang lebih susah daripada
menanggung hutang.
Anakku, sepanjang hidupku aku
berpegang pada delapan wasiat
para nabi. Kalimat itu adalah:
1. Jika kau beribadah pada Allah,
jagalah pikiranmu baik-baik.
2. Jika kau berada di rumah orang
lain, maka jagalah pandanganmu.
3. Jika kau berada di tengah-tengah
majelis, jagalah lidahmu.
4. Jika kau hadir dalam jamuan
makan, jagalah perangaimu.
5. Ingatlah Allah selalu.
6. Ingatlah maut yang akan
menjemputmu.
7. Lupakan budi baik yang kau
kerjakan pada orang lain.
8. Lupakan semua kesalahan orang
lain terhadapmu.